“Bu, daun Carmen-nya kok ada bercak kuningnya ya?"
Tentu tidak enak rasanya bila pembeli di nursery Anda merasa kecewa dengan aglaonema pilihannya. Sebagai calon pemilik nursery, hal tersebut merupakan persoalan yang patut dihindari. Anda perlu memperluas wawasan tentang hama, penyakit, dan hal lainnya yang dapat menurunkan kualitas aglaonema. Berikut adalah jenis-jenis hama dan penyakit lainnya.
A.HAMA
Hama adalah hewan penggangu tanaman yang secara fisik masih dapat dilihat secara kasat mata tanpa bantuan alat. Hama pada aglaonema bermacam-macam dan gejalanya berbeda-beda.. Setiap hama memiliki cara penanggulangan tersendiri.
1. Kutu Putih/Kutu Kebul
Kutu
ini lebih banyak menyerang aglaonema di dataran rendah dibanding dengan
di dataran tinggi. Kutu putih whitefly ini dapat ditemukan di batang
dan daun bagian bawah. Kutu tersebut mengisap cairan daun dan
meninggalkan jelaga pada daun.Hal ini dapat ditanggulangi dengan membersihkan dengan kapas yang telah dicelupkan insektisida encer. Setelah itu, daun disemprotkan kembali dengan insektisida. Insektisida kontak atau sistemik yang bisa digunakan, seperti mitac 200 EC dosis 1-2 ml/l, Decis 1 cc/l, dan Cofidor 200 SL dosisi 1 ml/l.
2. Ulat
Hama
ulat ada yang menyerang daun, yaitu spodoptera sp., ditandai dengan
daun muda atau setengah tua yang rombeng dari pinggir. Ada juga ulat
yang menyerang batang, yaitu noctuidae. Penanggulangannya dapat
dilakukan dengan menggambil ulat secara mekanis.Namun, bila jumlahnya sudah banyak, ulat dapat dibasmi dengan menyemprotkan insektisida 2 minggu sekali. Insektisida yang dapat digunakan adalah Decis 25 EC 0,5-1 ml/l, Atabron 1 ml/l, atau Buldok 25 EC dosis 0.5-2 ml/l.
3. Belalang
Gejala
penyerapan hama belalang ini sama dengan ulat, yaitu daun menjadi
rombeng. Hama ini dapat ditanggulangi dengan penangkapan secara manual.
Tangkap belalang yang belum bersayap atau saat masih pagi dan
berembun-belalang tidak bisa terbang dengan sayap basah. Anda juga dapat menyemprotkan Confidor 200 SL dosis 1 ml/l. Campurkan Decis 2,5 EC dosis 0,75-1 ml/l dengan frekuensi penyemprotan 2 minggu sekali.
4. Kutu Perisai
Hama
ini menyerang bagian daun. Kutu ini biasanya terdapat koloni dengan
membentuk barisan di bagian tulang punggung perisai daun, Sesuai
namanya, kutu ini memiliki bentuk fisik seperti pada bagian punggungnya.
Kutu perisai diatasi dengan menggunakan insektisida sistemik dengan
bahan aktif acephate.5. Root Mealy Bugs
Hama ini menyerang bagian akar tanaman, bentuknya seperti kutu putih. Tanaman menjadi kurus, kerdil daunnya mengecil dan layu. Anda dapat menanggulangainya dengan mengganti media tanam. Selain itu, gunakan insektisida Confidor 200 SL dosis 0,5-0,75 ml/l atau Supracide 25 WP dosis 1-2 g/l dengan frekuensi 2 minggu sekali.
6. Kutu Sisik
Menyerang
bagian daun, pelepah, batang, dan bunga. Bentuknya seperti lintah
dengan ukuran yang jauh lebih kecil. Kutu sisik dapat menyebabkan daun
mengerut, kuning, layu dan akhirnya mati. Bersihkan kutu sisik dengan
cara dikerik. Anda juga dapat menyemprotkan insektisida Confidor 200-SL atau Agrimex 18 EC dosis 1 ml/l dengan frekuensi 1 minggu sekali.
B. PENYAKIT
Penyakit pada tanaman khususnya aglaonema disebabkan oleh 2 patogen, yaitu cendawan dan bakteri. Jumlah cendawan yang menyebabkan penyakit umumnya lebih banyak dibanding bakteri. Bagian tanaman yang terkena bakteri biasanya mengeluarkan bau tidak sedap.
1. Busuk Akar
Penyakit ini ditandai dengan daun yang menjadi pucat lalu busuk, batang yang berlubang dan layu, serta akarnya berwarna coklat kehitaman. Busuk akar disebabkan karena media yang terlalu lembap sehingga menyebabkan cendawan cepat berkembang. Tanggulangi busuk akar dengan mengganti media baru yang lebih porous, lalu potong bagian akar yang busuk dan oleskan fungisida pada bekas potongan. Bisa juga dengan menyemprotkan fungisida Previcur N dosis 1 ml/l dengan frekuensi 2 minggu sekali.
2. Layu Fusarium
Gejala
serangan ditandai dengan tulang daun yang pucat berubah warna menjadi
cokelat keabuan lalu tangkainya membusuk. Penyababnya adalah media yang
selalu basah sehingga media tanam jadi ber-pH rendah. Kondisi tersebut
membuat cendawan fusarium oxysporium leluasa berkembang.Penyakit ini
dapat ditanggulangi dengan cara mengganti media tanam.Dapat juga dengan menyiramkan fungisida Derosol 500 SC dosis 1,5 ml/l setiap 2 minggu. Bisa juga diatasi dengan menyemprotkan fungsida Folicur 25 WP 1-2 g/l atau Folocur 250 EC 1-2 ml/l atau Delsane MX 200 dosis1 g/l. Penyakit ini dapat dicegah dengan menyiramkan Folicur 250 EC dengan konsentrasi 2 ml/l setiap 2 minggu sekali.
3. Layu Bakteri
Dari
namanya tentu dapat diketahui bahwa penyakit tanaman disebabkan oleh
bakteri. Layu bakteri ditandai dengan daun dan batang yang melunak serta
bau yang tak sedap. Untuk mencegahnya, media tanam harus tetap dijaga
agar tidak terlalu basah dan lingkungan sekitar tidak terlalui lembap. Atasi layu fusarium dengan menyemprotkan bakterisida Agrept dosis 1-2 ml/l atau Starner dosis 1 g/l setiap 2 minggu sekali.
4. Bercak Daun
Penyakit
ini disebabkan oleh cendawan. Sesuai namanya, penyakit ini ditandai
dengan adanya bercak daun yang lama kelamaan akan membusuk. Bercak daun
ini dapat diatasi dengan langsung memotong daun yang busuk. Dapat juga
menyemprotkan fungisida folicur 25 WP dosis 1-2 g/l atau folicur 250 EC
dosis 1-2 ml/l. Selain itu, dapat juga dengan menggunakan Score dosis 1
cc/l.Frekuensi penyemprotan 2 minggu sekali. Pupuk berkadar kalsium tinggi juga dapat membantu mengatasi penyakit ini.
V I R U S
Adanya virus pada aglaonema ditandai dengan daun yang berlubang menjadi kekuningan atau menjadi keriting. Perubahan tersebut karena virus dapat menghancurkan klorofil dan jaringan lainnya pada daun. Tanaman yang terjangkit virus tidak dapat ditanggulangi. Perawatan dan pengendalian lingkungan yang baik merupakan cara pencegahan yang paling efektif. Virus dapat menyebar dengan bantuan vektor seperti hama pengisap cairan tanaman dan penggunaan alat potong yang tidak steril.
KELAINAN FISIOLOGIS
Gejala
fisiologis disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan seperti sinar
matahari, suhu, defisiensi hara, air, dan tingkat keasaman. Sinar
matahari yang berlebihan dapat menyebabkan daun mengering dan layu.
Bercak coklat akan timbul bila daun yang tidak berklorofil terbakar
sinar matahari.
Sumber
cahaya yang tidak merata dan posisi tanaman yang tidak pernah diputar
menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi miring. Kekurangan sinar
matahari dapat menyebabkan warna daun pada aglaonema menjadi memucat.
Selain itu, kelebihan air dapat menyebabkan daun menguning.
Disamping
gejala-gejala tersebut, pernahkah Anda melihat daun aglaonema menjadi
kecil dan kerdil? Hal itu bisa disebabkan oleh defisiensi hara, media
yang sudah lama tidak diganti, atau aglaonema tidak cocok dengan
ketinggian tempat.(sumber duniaflora.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar